Breaking News

Kisruh dugaan pemotongan Bansos, Warga Desa Luhurjaya angkat bicara.


Lebak, gemaindonews.com - Menyikapi simpang siurnya pemberitaan yang berawal dari media online infoxpos dan medsos, kemudian bermunculan berita persis sama dibeberapa berita online lainnya, tentang dugaan pemotongan bansos desa Luhurjaya, Kecamatan Cipanas,

Menjadikan kebingungan pemerintah desa setempat, mencari siapa sebenarnya yang dirugikan seperti dalam berita tersebut, kini sudah menemukan titik terang. Dengan tersebarnya sebuah video, berisi seorang warga Luhurjaya yang sedang di tanyai oleh seseorang yang tidak dikenal.

Hal itu dikatakan Kepala desa Luhurjaya, Mulyana Chamank, (4/2/2026). pihaknya merasa bingung mencari siapa sebenarnya yang jadi korban dugaan tersebut.

"Awalnya kami bingung mencari orang yang merasa dirugikan seperti dalam pemberitaan di media online dan medsos tiktok, karena di pemberitaan tidak disebutkan namanya mungkin karena permintaan Narsum, setelah melihat video kiriman seseorang kapada kami, barulah diketahui siapa Narasumber tersebut maka kami segera melakukan musyawarah dengan orang dan keluarga yang bersangkutan di saksikan Babinmas Desa Luhurjaya untuk mencari solusi bersama, langkah apa yang harus kami lakukan, jika memang benar warga tersebut merasa dirugikan oleh pengurus atau relawan, ", terangnya.

"Hasilnya setelah berdiskusi dan mendapat keterangan dari warga tersebut, lagi-lagi ternyata hanya karena kesalah fahaman saja, uang BPNT yang diterima ibu itu benar 400 ribu dan dianggapnya pencairan untuk 3 bulan, padahal itu untuk pencairan 2 bulan, kemudian merembetlah pada PKH dan Kesra padahal menurut pengakuannya dia sendiripun tidak tahu yang sebenarnya, hanya berasumsi saja, kini permasalahan dibawah sudah selesai berkat kritik dan kontrol sosial dari media, untuk itu kami mengucapkan terimakasih", terangnya.

Sementara terpisah, Manah (32th), warga desa Luhurjaya yang mengaku rumahnya pernah didatangi oleh awak media. Mengatakan dirinya tidak menyangka akan terjadi seperti ini. 

"Berawal dari keisengan Saya ikut komentar di medsos tiktok seseorang, kemudian datanglah beberapa orang ke rumah Saya, bertanya berbagai hal, Saya tidak menyangka akibatnya akan segaduh ini, setelah muncul berita di tiktok kemudian video obrolan Saya dengan Mereka tersebar di desa bahkan katanya sampai Kabupaten, Kami sekeluarga merasa malu kepada warga yang lain, Apalagi terkait bansos ternyata Saya memberikan keterangan yang salah kepada Mereka", ungkapnya.

" Saya sudah faham sekarang dan tidak ingin ada masalah dengan Siapapun, Setelah berdiskusi dengan beberapa Netizen, mereka menyarankan untuk membuat video klarifikasi, maka dengan sadar Saya sudah membuat video tersebut kemudian Saya upload sendiri di akun tiktok 'Arjuna Bonot' milik saya pribadi.

 (https://vt.tiktok.com/ZSanwM74e/) semoga itu cukup untuk menjelaskan kesalah fahaman yang terjadi di desa ini. Saya pribadi mohon maaf kepada pemerintah dan warga desa Luhurjaya atas kegaduhan yang telah saya timbulkan",  pungkasnya. (Red)

Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
© Copyright 2022 - GEMA INDONEWS