Akan tetapi dengan adanya kegiatan pengerasan badan jalan itu tetap harus mengedepankan aspek transparansi dan kualitasnya mengingat kegiatannya menggunakan anggaran dari negara dengan nominal yang pasti besar.
"Pelaksanaan kegiatan pengerasan badan jalan ini harus diawasi bersama sehingga hasilnya dapat berkualitas tidak asal jadi."ungkapnya (12/2/2026).
Akan tetapi yang saat ini dilaksanakan bahwa proses pengerjaan atau pemasangan batu-batu dipasang terputus-putus dan matrial batu pun menggunakan batu yang ada di sekitar jalan yang diduga tidak sesuai dengan kualitas, karena batu-batu yang ada di sekitar badan jalan juga banyak berupa batu cadas, serta kami selaku masyarakat juga tidak menemukan adanya papan informasi pada kegiatan tersebut berapa nilainya dan seberapa panjang jalan yang akan di lakukan pengerasan.
"Bisa di cek langsung ke lokasi kegiatan sampai saat ini masih banyak pekerja yang memecah batu-batu besar dijalan dan bahkan ada batu cadas yang dipecah dan digunakan untuk badan jalan itu", ungkapnya lagi.
Sementara pantauan dilapangan ternyata benar ditemukan adanya kegiatan pengerasan badan jalan menuju ke lokasi pengungsian Huntara dengan pola pemasangan batu belah terputus-putus. Sedangkan menurut salah seorang pekerja yang tidak mau disebutkan namanya kegiatan pemasangan batu seperti itu karena kurangnya pasokan batu jadi menggunakan batu-batu yang ada di sekitar lokasi pembangunan .(Bronx)



Social Header