Lebak – gemaindonews.com Banjir bandang yang terjadi di aliran Sungai Cilejet, Cisela, dan Cijambu yang bermuara ke Sungai Cimaur, anak Sungai Ciberang, mengakibatkan kerusakan dan kerugian materil bagi warga di sepanjang bantaran sungai. Bencana tersebut terjadi pada Jumat sore (15/05/2026) dan berdampak pada empat desa, yakni Desa Giriharja, Jayapura, Harumsari, dan Sukasari.
Camat Cipanas,Drs. H. E. Wahyudin M.Si , bersama jajaran Forkopimcam meninjau langsung lokasi terdampak bencana pada Sabtu (16/05/2026).
Ia menjelaskan, banjir bandang yang melanda aliran Sungai Cisela, Cilejet, dan Cijambu yang bermuara di sungai Cimaur menyebabkan kerusakan cukup parah terhadap fasilitas milik warga di sepanjang bantaran sungai.
“Pada hari ini kami meninjau langsung lokasi bencana bersama Wakil Bupati Lebak, BPBD Lebak, dan jajaran Forkopimcam,” ujarnya.
Salah satu lokasi yang terdampak berada di Kampung Tajur, Desa Harumsari, tepatnya di pondok pesantren milik Ustaz Enton Muptoni. Akibat derasnya arus banjir, bangunan majelis serta akses jembatan menuju pondok pesantren tersebut hanyut terbawa arus.
Sementara itu, Kepala Desa Jayapura, Lukman, mengatakan banjir bandang juga mengakibatkan jembatan akses menuju PAUD hanyut, serta bronjong penahan tebing sungai sepanjang kurang lebih 300 meter dengan tinggi sekitar 2 meter mengalami kerusakan parah.
Selain itu, sekitar 5 hektare area persawahan terdampak, dan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan akibat tergerus arus sungai.
“Rumah milik Tohir (59), warga RT 04/02, kehilangan bagian dapur rumah dengan kerugian diperkirakan mencapai Rp30 juta. Sedangkan rumah milik Heriati (45) mengalami kerusakan parah, Sementara rumah belum bisa dihuni, mereka mengungsi di rumah saudaranya.,” katanya.
Heriati (45), salah seorang korban banjir bandang di aliran Sungai Cijambu, menuturkan kejadian berlangsung sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu, dirinya sedang membuat lontong di belakang rumah ketika tiba-tiba dinding rumah jebol diterjang derasnya arus air sekitar pukul 16.30 WIB.
“Selain rumah rusak parah, seluruh isi rumah juga hanyut terbawa arus. Kerugian materil diperkirakan mencapai Rp70 juta,” ungkapnya.
Terpisah Maman Laksmana Kasi trantib kecamatan Cipanas mengatakan laporan sementara ada 8 desa yang terkena Bencana. Selain banjir bandang juga tanah longsor.
"Hasil tinjauan dan laporan sementara, desa yang terkena bencana di antaranya:
1. Desa Harumsari, Lokasi kejadian Kp. Tajur Rt.007/RW.002. Ponpes MINHAJUSSALIMIN 1 bangunan Majlis taklim dan 4 bangunan Kobong/kamar santri hanyut terbawa Air. Pemilik ponpes Ust. Enton Muftoni (36 tahun) jumlah Santri 20 orang, terputus 1 infrastruktur Jembatan jalan usaha tani (JUT) penghubung ke Ponpes dan Areal pesawahan Desa Harumsari.
2. Desa Jayapura 2 Rumah penduduk terkena banjir bandang di bantaran sungai Cijambu.
3. Desa Giriharja 2 Rumah penduduk rusak di bantaran sungai Cilejet.
4. Desa Sukasari: 6 rumah terkena rendaman banjir.
5. Desa Pasirhaur 2 Rumah terkena Longsor.
6. Desa Girilaya 2 Rumah penduduk Rusak akibat banjir.
7. Desa Cipanas, 1 jembatan longsor tergerus air di bahu jembatan.
8. Desa Malangsari 2 rumah terkena rendaman Banjir.
Demikian data yang dihimpun pada hari ini", ungkapnya.(Bronx)



Social Header