Lebak, gemaindonews.com — Komunitas Salam Setetes Darah (KSSD) merayakan hari jadinya yang ke-6 pada Sabtu (6/6/2026) di Rangkasbitung Timur, Kabupaten Lebak. Perayaan ini bukan sekadar seremoni, melainkan sebuah pengingat akan napas panjang sebuah gerakan sosial yang lahir dari kegelisahan personal dan kini menjadi pilar harapan bagi warga Banten dalam menghadapi krisis stok darah.
KSSD bermula dari pengalaman pahit pendirinya, almarhum Ais Palet. Di masa pandemi Covid-19, saat kebutuhan darah menjadi sangat krusial, Ais merasakan langsung sulitnya mencari akses donor darah bagi keluarganya. Pengalaman tersebut, ditambah dengan duka mendalam atas meninggalnya dua balita penderita talasemia yang tak tertolong, memicu tekad Ais untuk membangun sebuah sistem bantuan sosial yang memastikan tidak ada lagi nyawa yang terancam hanya karena keterbatasan ketersediaan darah.
Kini, meski sang pendiri telah tiada, api perjuangan tersebut tetap menyala. Estafet kepemimpinan dilanjutkan oleh sang istri, Maya Umya, bersama putranya, Aditya, serta dukungan solid dari para relawan.
"KSSD adalah amanah yang tidak boleh berhenti. Kami tidak hanya menjaga organisasi, kami menjaga nyawa dari sebuah perjuangan yang telah dibangun dengan sangat keras oleh almarhum," ujar Maya Umya dalam rangkaian acara yang juga diisi dengan santunan kepada anak-anak yatim.
Dampak Nyata Bagi Masyarakat
Selama enam tahun perjalanannya, KSSD telah bertransformasi menjadi salah satu jejaring relawan kemanusiaan yang paling diandalkan di wilayah Lebak dan sekitarnya. Fokus gerakan ini tidak lagi terbatas pada pemenuhan kebutuhan darah bagi pasien darurat, namun telah merambah ke berbagai aksi sosial lain, mulai dari bantuan untuk lansia hingga respons terhadap bencana alam.
Para relawan KSSD memandang setiap kantong darah yang berhasil disalurkan bukan sekadar angka statistik, melainkan simbol kehidupan yang diselamatkan. Gerakan ini membuktikan bahwa inisiatif yang berakar dari komunitas lokal mampu memberikan dampak sistemik yang luas bagi kesehatan masyarakat.
Di usia ke-6 ini, KSSD berkomitmen untuk terus memperluas jaringan donor dan meningkatkan kesadaran publik akan pentingnya aksi kemanusiaan. Kisah Ais Palet pun kini menjadi inspirasi bagi banyak relawan muda di Banten untuk terus bergerak, melampaui batas-batas perbedaan, dan menebar kebaikan di tengah sunyi kemanusiaan. (ds)


Social Header