Breaking News

Jaga Produksi Pangan, Pemprov Banten Optimalkan Distribusi Air Irigasi Hadapi Musim Kemarau


Lebak, gemaindonews.com – Pemerintah Provinsi Banten mengintensifkan pengelolaan jaringan irigasi untuk mengantisipasi dampak musim kemarau terhadap sektor pertanian di Kabupaten Lebak. Langkah tersebut dilakukan melalui UPTD Pengelolaan DAS Cibaliung-Cisawarna dengan mengoptimalkan distribusi air di sejumlah daerah irigasi guna menjaga keberlangsungan Musim Tanam (MT) III.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah mengoperasikan pompa air di Daerah Irigasi (DI) Cipalabuh dan Cilangkahan, Kecamatan Cijaku. Pengoperasian pompa ditujukan untuk mempertahankan pasokan air ke lahan pertanian yang mengalami penurunan debit akibat musim kemarau.

Kepala UPTD Pengelolaan DAS Cibaliung-Cisawarna, Sofyadi, mengatakan penggunaan pompa menjadi solusi teknis untuk memperluas jangkauan layanan irigasi pada saat debit air menurun.

"Di Daerah Irigasi Cipalabuh, saluran induk kanan dapat mengairi sekitar 540 hektare sawah. Tanpa bantuan pompa, luas lahan yang dapat terairi diperkirakan hanya sekitar 100 hektare," kata Sofyadi, Jumat (17/7/2026).


Menurutnya, pengelolaan air selama musim kemarau menjadi prioritas agar aktivitas pertanian tidak terhambat. Dari tujuh daerah irigasi yang berada di bawah kewenangan UPTD, seluruh jaringan terus dipantau untuk memastikan distribusi air tetap berjalan.

"Dari tujuh daerah irigasi yang ada di wilayah kerja kami, insyaallah kami fokus agar air tetap mengalir walaupun musim kemarau," ujarnya.

Kepala Seksi Operasi dan Pemeliharaan UPTD Pengelolaan DAS Cibaliung-Cisawarna, H. Kuncoro, menjelaskan langkah tersebut merupakan tindak lanjut arahan Gubernur Banten dalam menjaga ketersediaan air irigasi bagi petani sehingga pelaksanaan Musim Tanam III dapat berlangsung sesuai rencana.

Selain menjamin pasokan air, pemerintah juga terus mengajak petani memanfaatkan musim tanam ketiga sebagai bagian dari upaya meningkatkan produksi padi dan mendukung program swasembada pangan nasional.

Menurut Kuncoro, masih terdapat sebagian petani yang belum bersedia mengikuti MT III karena kekhawatiran terhadap potensi serangan hama dan penyakit tanaman. Oleh sebab itu, sosialisasi dan pendampingan terus dilakukan agar partisipasi petani meningkat.

Di wilayah lain, pengaturan distribusi air juga diterapkan di Daerah Irigasi Cibinuangeun yang melayani areal pertanian di Desa Bolang, Sumberwaras, Cipeucang, Cikeusik, hingga Wanasalam. Sistem buka-tutup pintu air diberlakukan secara bergilir untuk memastikan pembagian air berlangsung adil dan merata di seluruh jaringan irigasi sekunder.

Optimalisasi pengelolaan irigasi ini menjadi bagian dari strategi Pemerintah Provinsi Banten dalam menjaga ketahanan pangan di tengah ancaman kekeringan. Dengan distribusi air yang tetap terjaga, pemerintah berharap produktivitas pertanian, khususnya komoditas padi di Kabupaten Lebak, dapat dipertahankan selama musim kemarau sekaligus menopang target swasembada pangan nasional. (Red)

Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
© Copyright 2022 - GEMA INDONEWS