Lebak, gemaindonews.com – Di tengah ancaman musim kemarau panjang yang berdampak pada sektor pertanian, semangat para petani di Kecamatan Cipanas tetap tidak surut. Untuk mengukur sekaligus mengevaluasi produktivitas hasil panen, Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) bersama Kelompok Brigade Pangan Cipanas Makmur melaksanakan kegiatan ubinan di areal persawahan Kampung Sampaleun, Desa Bintangresmi, Rabu (29/7).
Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Cipanas, Abdulloh Qumaeni, menjelaskan bahwa kegiatan ubinan merupakan salah satu langkah penting untuk mengetahui tingkat produktivitas padi per hektare sekaligus menjadi bahan evaluasi dalam upaya meningkatkan hasil panen petani.
"Untuk meningkatkan hasil pertanian, kami dari BPP bersama kelompok tani terus melakukan berbagai upaya, mulai dari penggunaan benih unggul, pemupukan berimbang, hingga pengendalian hama dan penyakit tanaman," ujarnya.
Ia menambahkan, pelaksanaan ubinan kali ini didukung dengan penggunaan mesin panen power thresher, sehingga proses panen menjadi lebih cepat, efisien, dan mampu menekan kehilangan hasil panen.
"Penggunaan mesin power thresher diharapkan dapat mempercepat proses panen sekaligus memaksimalkan hasil yang diperoleh petani," katanya.
Berdasarkan hasil penghitungan ubinan, produktivitas padi di Desa Bintangresmi mencapai 6,4 ton per hektare. Menurut Duloh, capaian tersebut patut disyukuri mengingat kondisi tanaman harus menghadapi dampak kemarau yang cukup panjang.
"Alhamdulillah, hasil ubinan hari ini mencapai 6,4 ton per hektare. Jika tidak terdampak kemarau panjang, kami optimistis hasilnya bisa lebih tinggi lagi," pungkasnya. (Bronx)


Social Header