Breaking News

Pererat Sinergi TNI dan Masyarakat Adat, Danrem 064/Maulana Yusuf Hadiri Acara Seren Taun Kasepuhan Cisitu


Lebak, gemaindonews.com – Sebagai wujud kemanunggalan TNI dan rakyat serta penghormatan terhadap kelestarian budaya nusantara, Komandan Korem (Danrem) 064/Maulana Yusuf, Brigjen TNI Daru Cahyadi Soeprapto, S.Sos., M.M. melaksanakan kunjungan kerja sekaligus menghadiri perayaan tradisi adat Seren Taun di Kasepuhan Cisitu.


Kehadiran orang nomor satu di jajaran Korem 064/Maulana Yusuf ini disambut dengan antusiasme dan kehangatan yang luar biasa oleh warga Kasepuhan Cisitu. Rangkaian penyambutan ini menjadi simbol kedekatan emosional antara aparat pertahanan negara dengan penjaga tradisi leluhur di Banten.

Dalam agenda kunjungan kerja tersebut, Danrem 064/MY mengikuti serangkaian prosesi penting yang menjadi inti dari acara Seren Taun, di antaranya:

Penyambutan Hangat oleh Warga Kasepuhan: Diiringi kesenian tradisional dan keramahan khas masyarakat adat setempat.

Pemberian Cenderamata: Sebagai simbol penghormatan dan persaudaraan yang erat antara TNI dan Kasepuhan Cisitu.

Prosesi Peletakan Pare ka Leuit: Danrem turut serta dalam ritual memasukkan padi ke dalam lumbung (leuit), sebuah tradisi sakral yang melambangkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan hasil panen dan ketahanan pangan masyarakat.

Dalam sambutannya, Brigjen TNI Daru Cahyadi Soeprapto, S.Sos., M.M. menyampaikan rasa kagum dan apresiasinya yang mendalam terhadap kuatnya semangat persatuan di Kasepuhan Cisitu. Beliau menekankan bahwa masyarakat adat memiliki peran krusial sebagai patriot bangsa.

"Kami mewakili TNI khususnya jajaran Korem 064/MY bangga dapat menghadiri acara Kasepuhan adat Cisitu. Kebersamaan masyarakat adat kasepuhan sangat luar biasa. Siapa yang bisa menjaga adat? Ya kita sendiri, kita harus bersinergi. Bagaimana menyatukan antara adat, agama, dan negara itu sudah tertanam kuat pada masyarakat adat Kasepuhan Cisitu,"tegas Brigjen TNI Daru Cahyadi.

Lebih lanjut, Danrem menyoroti kesamaan jiwa pengabdian antara prajurit TNI dan masyarakat adat.

"Bapak Ibu merupakan bagian dari negara, Bapak Ibu merupakan bagian dari kami. Tidak ada perbedaan antara jiwa kita, karena jiwa bapak-bapak dan ibu semua adalah patriot bangsa. Bapak ibu semua adalah tentara. Kalau profesi kami TNI, sementara profesi Bapak dan Ibu adalah petani dan pedagang, akan tetapi jiwanya adalah tentara, yaitu berjuang untuk menjaga NKRI," tambahnya.

Sementara itu, Ketua Adat Kasepuhan Cisitu, H. Yoyo Yohenda, menyambut baik pesan kebangsaan yang disampaikan oleh Danrem 064/MY. Ia menegaskan bahwa Kasepuhan Cisitu selalu terbuka dan siap bersinergi dengan TNI dalam menjaga keutuhan negara melalui laku pelestarian adat.

"Kami mewakili seluruh masyarakat adat Kasepuhan Cisitu mengucapkan terima kasih atas kehadiran Bapak Danrem beserta jajaran. Seperti yang disampaikan, nilai-nilai adat, agama, dan kecintaan terhadap negara adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan di Kasepuhan ini. Kami, baik sebagai petani maupun penjaga tradisi, siap terus bersinergi dan berjuang bersama TNI dalam menjaga keutuhan NKRI," ungkap H. Yoyo Yohenda.

Acara Seren Taun Kasepuhan Cisitu tahun ini tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya dan wujud syukur atas panen yang melimpah, tetapi juga menjadi momentum penting yang mengukuhkan pesan bahwa pertahanan negara yang paling kuat berakar dari sinergi yang harmonis antara aparat dan masyarakat adatnya. (do) 

Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
© Copyright 2022 - GEMA INDONEWS