Breaking News

Rehabilitasi Irigasi Lewat Inpres No. 2 Tahun 2025 Perkuat Layanan Air bagi 4.845 Hektare Sawah di Lebak, Saat Air Kembali Mengalir, Harapan Petani Lebak Bangkit


Lebak Banten, gemaindonews.com — Pemerintah terus memperkuat infrastruktur pendukung ketahanan pangan melalui rehabilitasi jaringan irigasi di berbagai daerah. Di Kabupaten Lebak, Banten, pelaksanaan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2025 tentang percepatan pembangunan, peningkatan, operasi, dan rehabilitasi jaringan irigasi telah meningkatkan keandalan pasokan air bagi ribuan hektare lahan pertanian.

Melalui paket Rehabilitasi Jaringan Utama Daerah Irigasi Kewenangan Provinsi Banten, pemerintah merehabilitasi jaringan irigasi sepanjang 45,07 kilometer. Infrastruktur tersebut kini melayani sekitar 4.845 hektare areal persawahan yang tersebar di delapan daerah irigasi, yakni Cibinuangeun, Cisiih, Cikoncang, Cikidang, Bungbas, Leuwiheureung, Cilangkahan II, dan Cimangeunteung.


Perwakilan UPTD Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) Cibaliung–Cisawarna, H. Kuncoro, mengatakan rehabilitasi dilakukan untuk mengatasi kerusakan jaringan dan sedimentasi yang selama ini menghambat distribusi air ke wilayah hilir.

Menurut dia, kondisi saluran yang telah diperbaiki membuat aliran air menjadi lebih lancar sehingga kebutuhan irigasi lahan pertanian dapat terpenuhi dengan lebih baik.

Selain meningkatkan fungsi irigasi, pembangunan jalan inspeksi di sepanjang saluran juga memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Akses tersebut mempermudah pengawasan jaringan sekaligus mempercepat mobilitas hasil panen dari lahan pertanian menuju pusat distribusi.

"Biaya angkut hasil panen petani dapat ditekan hingga sekitar 50 persen karena akses menuju lahan menjadi lebih mudah," ujar Kuncoro.

Sementara itu, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cidanau Ciujung Cidurian memastikan pekerjaan rehabilitasi telah dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis dan ketentuan kontrak. Saat ini proyek memasuki masa pemeliharaan selama 360 hari yang dimulai sejak 31 Januari 2026.

BBWS menyebutkan hasil pemantauan di lapangan menemukan beberapa titik longsoran yang dipengaruhi faktor alam. Namun, kondisi tersebut tidak mengganggu fungsi utama jaringan irigasi dalam melayani kebutuhan air bagi lahan pertanian.

Penyedia jasa telah diinstruksikan untuk segera melakukan perbaikan terhadap titik-titik yang mengalami kerusakan sebagai bagian dari kewajiban selama masa pemeliharaan

Pemerintah juga akan terus melakukan inspeksi, monitoring, dan evaluasi secara berkala guna memastikan infrastruktur irigasi tetap berfungsi optimal. Keandalan jaringan irigasi dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat ketahanan pangan, dan mendukung target swasembada pangan nasional.

Dengan rehabilitasi tersebut, pemerintah berharap distribusi air ke lahan pertanian dapat berlangsung lebih merata, produktivitas petani meningkat, serta manfaat pembangunan infrastruktur dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat. 

Penerbit: Tiem Redaksi 

Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
© Copyright 2022 - GEMA INDONEWS