Lebak, Gemaindonews.com – Kondisi SDN 1 Sukarame, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, menjadi perhatian setiap kali musim hujan tiba. Sekolah tersebut kerap tergenang banjir akibat tidak berfungsinya saluran drainase, sehingga mengganggu proses kegiatan belajar mengajar.
Salah seorang warga Desa Sukarame, Upang (34), mengatakan persoalan tersebut sudah terjadi sejak bangunan sekolah didirikan pada tahun 2021. Menurutnya, pembangunan saluran pembuangan air tidak pernah diselesaikan karena pelaksana proyek meninggalkan pekerjaan.
"Kami berharap permasalahan ini segera mendapat solusi. Setiap kali hujan turun, sekolah selalu kebanjiran sehingga kegiatan belajar mengajar terganggu," ujar Upang.
Kepala SDN 1 Sukarame, Taufik, membenarkan bahwa banjir menjadi kendala utama yang dihadapi pihak sekolah saat musim hujan.
"Kalau musim hujan kami selalu merasa khawatir karena sekolah sering tergenang. Tidak adanya drainase membuat air tidak memiliki saluran pembuangan, sehingga menggenangi halaman dan bangunan sekolah," ungkap Taufik.
Ia menjelaskan, saat ini SDN 1 Sukarame memiliki 118 siswa, delapan orang guru, dan enam rombongan belajar (rombel). Selain mengganggu aktivitas belajar, genangan air juga berdampak pada kondisi fisik bangunan sekolah.
"Bangunan sekolah mulai mengalami retak-retak akibat pergeseran tanah yang dipicu banjir. Posisi sekolah yang berada lebih rendah dari permukaan jalan raya membuat air mudah masuk ke area sekolah," jelasnya.
Menurut Taufik, tidak adanya drainase menyebabkan aliran air dari jalan raya langsung bermuara ke lingkungan sekolah. Pihak sekolah pun telah melaporkan kondisi tersebut kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak agar segera mendapat penanganan.
"Kami berharap pemerintah melalui Dinas Pendidikan dapat segera memberikan solusi, terutama pembangunan saluran drainase, agar kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung dengan aman dan nyaman, untuk menarik minat siswa tiap tahun kami memberikan seragam secara gratis " pungkasnya.
(Bronx)



Social Header