Lebak, gemaindonews.com — Proyek Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di Blok Cikiriwik/Cirungga, Desa Bojongmenteng, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten, menjadi sorotan setelah sebagian bangunan irigasi dilaporkan ambruk.
Pantauan awak media di lokasi pada Jumat (21/8/2026) menunjukkan bagian bangunan irigasi yang dibangun pada 2025 tersebut mengalami kerusakan dengan panjang sekitar lima meter. Proyek itu disebut memiliki nilai anggaran sekitar Rp195 juta.
Kerusakan tersebut memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat. Warga mempertanyakan penyebab bangunan yang belum lama selesai dibangun sudah mengalami kerusakan cukup serius.
Masyarakat meminta pihak terkait segera melakukan pemeriksaan langsung untuk memastikan penyebab ambruknya bangunan. Pemeriksaan dinilai penting untuk mengetahui apakah kerusakan dipicu faktor alam, kondisi tanah, debit air, maupun faktor teknis lainnya.
Dengan nilai anggaran sekitar Rp195 juta, warga berharap kualitas pekerjaan menjadi perhatian serius. Mereka juga mendorong agar spesifikasi teknis, volume pekerjaan, material, serta pelaksanaan di lapangan diperiksa dan dibandingkan dengan RAB maupun dokumen perencanaan.
Jika dalam pemeriksaan ditemukan adanya ketidaksesuaian, masyarakat berharap dilakukan audit serta pemeriksaan teknis secara menyeluruh.
“Kalau memang bangunan ini dibangun tahun 2025 dan sekarang sudah ambruk sekitar lima meter, tentu masyarakat ingin tahu apa penyebabnya. Jangan sampai anggaran yang cukup besar tidak menghasilkan bangunan yang kuat dan bertahan lama,” ujar salah seorang warga yang meminta identitasnya tidak disebutkan.
Sementara itu, Ihud selaku pelaksana proyek dari Aman Lestari saat dikonfirmasi melalui WhatsApp membenarkan adanya kerusakan pada bangunan tersebut.
“Enya ka éta terkikis ketika musim hujan karena debit air terlalu besar, bangunan tersebut sepanjang lima meter jebol,” ujarnya.
Menurut Ihud, bagian bangunan yang jebol tersebut hingga Jumat (21/8/2026) belum diperbaiki.
Meski demikian, dugaan adanya kesalahan dalam pelaksanaan pembangunan belum dapat disimpulkan. Kepastian mengenai penyebab kerusakan perlu didasarkan pada pemeriksaan teknis oleh pihak yang berwenang.
Masyarakat berharap pemerintah dan instansi teknis segera turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan. Selain memastikan penyebab kerusakan, langkah tersebut diperlukan agar fungsi jaringan irigasi dapat segera dipulihkan dan manfaatnya bagi masyarakat tetap berjalan. (juhri)


Social Header