Breaking News

Delapan Korban Aruphadatu 1 Masih Hilang, Operasi SAR Diperpanjang, Danrem: Kami Support

 


Pandeglang Banten,gemaindonews.com — Harapan belum padam. Operasi pencarian delapan korban yang dinyatakan hilang setelah insiden Kapal Aruphadatu 1 di perairan Selat Sunda memasuki hari ketujuh, Senin (14/9/2026). Hingga evaluasi dilakukan, tim SAR gabungan masih belum menemukan keberadaan para korban.

Di tengah belum ditemukannya delapan korban tersebut, operasi pencarian resmi diperpanjang selama tiga hari. Keputusan itu menjadi kesempatan tambahan bagi tim gabungan untuk kembali menyisir wilayah perairan Selat Sunda demi menemukan para korban dan memberikan kepastian kepada keluarga.

Danrem 064/MY Brigjen TNI Daru Cahyadi Soeprapto, S.Sos., M.M., turun langsung meninjau pelaksanaan operasi pencarian di Posko SAR Gabungan Marina Lippo Carita, Kabupaten Pandeglang.

Peninjauan tersebut kemudian dilanjutkan dengan rapat evaluasi bersama Gubernur Banten Andra Soni dan unsur SAR gabungan. Evaluasi membahas perkembangan pencarian selama tujuh hari sekaligus menentukan langkah lanjutan.

Dalam rapat tersebut, Gubernur Banten Andra Soni menyampaikan keputusan memperpanjang operasi pencarian selama tiga hari. Perpanjangan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku serta mempertimbangkan permohonan dari pihak keluarga korban.

Danrem 064/MY menegaskan bahwa selama tujuh hari operasi, berbagai langkah telah dilakukan secara maksimal. Mulai dari pemetaan wilayah pencarian, pembagian sektor, hingga pengerahan kekuatan dari berbagai unsur.

“Segala sesuatunya sudah dilakukan, mulai dari pemetaan, proses pencarian, termasuk pembagian sektor. Berbagai pihak juga telah dikerahkan, baik dari Ditpolair maupun Lanal Banten, termasuk bantuan dari semua pihak dan masyarakat,” ujar Danrem.

Meski tujuh hari pencarian belum membuahkan hasil, Danrem menilai peluang untuk menemukan para korban masih terbuka. Harapan tersebut menjadi salah satu alasan penting untuk melanjutkan operasi pencarian.

“Kita juga masih punya harapan. Memang masih ada beberapa hal yang belum selesai, namun mudah-mudahan semuanya selamat,” kata Danrem.

Dalam evaluasi tersebut, Basarnas turut menyampaikan rencana operasi pencarian berikutnya. Danrem memastikan jajaran Korem 064/MY mendukung penuh langkah-langkah yang akan dilakukan bersama oleh seluruh unsur SAR.

“Disampaikan Basarnas rencana selanjutnya dan pada prinsipnya kami support langkah-langkah tersebut,” tegasnya.

Perpanjangan operasi selama tiga hari menjadi momentum bagi tim gabungan untuk kembali mengoptimalkan pencarian dengan seluruh personel, sarana dan prasarana yang tersedia.

Operasi melibatkan unsur Basarnas, TNI, Polri, pemerintah daerah, relawan serta masyarakat yang terus berupaya membantu proses pencarian di wilayah yang telah ditentukan.

Di sisi lain, faktor keselamatan personel juga menjadi perhatian serius. Operasi berlangsung di perairan Selat Sunda yang memiliki kondisi dinamis, termasuk wilayah sekitar Gunung Anak Krakatau yang masih menunjukkan aktivitas vulkanik.

Bagi keluarga delapan korban, tambahan waktu tiga hari bukan sekadar perpanjangan operasi, melainkan secercah harapan untuk menemukan orang-orang yang mereka nantikan dan memperoleh kepastian atas nasib mereka.

Tim SAR gabungan pun kembali dihadapkan pada tugas berat: menyisir wilayah pencarian secara maksimal hingga batas waktu perpanjangan operasi, dengan harapan delapan korban Kapal Aruphadatu 1 dapat segera ditemukan.

Sumber: Penrem 064/MY

Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
© Copyright 2022 - GEMA INDONEWS