Lebak, gemaindonews.com – Pesatnya industrialisasi di wilayah perbatasan Kabupaten Lebak memicu lahirnya gerakan akar rumput di Kampung Angsana, Desa Nameng, Kecamatan Rangkasbitung. Dipelopori oleh keprihatinan terhadap pergeseran nilai sosial, Maehakih (Michael), Ketua Umum DPP LSM Nusantara Indah Lingkungan (LSM-NIL), menginisiasi berdirinya Padepokan Kisakar Dirgantara sebagai ruang komunal warga.
Gerakan ini bermula dari keresahan Michael terhadap pudarnya kebersamaan dan tata krama generasi muda di era digital. Guna mengatasinya, ia mengandalkan pendekatan kebudayaan dengan merangkul Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Lebak.
"Batin saya terpanggil melihat generasi muda yang mulai kehilangan akar budaya dan sopan santun. Kami mengajukan permohonan alat musik kendang pencak silat ke Disbudpar Lebak, dan alhamdulillah pemerintah daerah merespons dengan memberikan bantuan tersebut," ujar Michael, Jumat (04/09/2026).
Fasilitas kesenian tersebut kemudian ditopang dengan pembangunan fisik paguron (tempat latihan) yang didirikan secara swadaya. Nama 'Dirgantara' disematkan sebagai harapan agar kemanfaatan padepokan dapat meluas tanpa batas.
Menjunjung tinggi adab lokal, sebelum operasional dimulai, Michael terlebih dahulu melakukan sowan untuk meminta restu kepada para tokoh dan masyarakat Kampung Angsana. Ia menegaskan bahwa Padepokan Kisakar Dirgantara sepenuhnya berstatus milik bersama warga, bukan aset pribadi. Struktur kepengurusannya pun dibentuk dengan melibatkan lintas elemen masyarakat secara transparan.
Merespons aspirasi pemuda setempat yang mendambakan sarana olahraga, Michael juga menjembatani komunikasi dengan Pemerintah Desa Citeras terkait pemanfaatan lahan tidur. Melalui musyawarah, kini telah disepakati Perjanjian Kerja Sama (PKS) pemanfaatan Tanah Bengkok desa seluas ±6.000 m².
Lahan tersebut nantinya akan dialokasikan untuk pembangunan Sport Center rakyat, kawasan wisata religi Sumur Keramat Kisakar, serta penataan tanggul Kali Ciliwet sebagai langkah mitigasi banjir akibat dampak operasional industri di hulu kawasan.
"Seluruh program yang kami susun—mulai dari draf proposal, penggalangan kemitraan dengan perusahaan, hingga koordinasi maraton ke tingkat Kabupaten, Provinsi, dan Kementerian—murni untuk pengabdian masyarakat. Kami ingin memastikan warga hidup di lingkungan yang sehat, sementara investasi juga berjalan aman," (Riki)



Social Header